Al-Quran adalah ayat suci yang berguna sebagai panduan untuk kehidupan ini. Muslim, orang harus membaca Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Namun, membaca Alquran itu sendiri tidak disengaja. Sebaliknya, ada bacaan yang perlu dipahami oleh pembaca. Termasuk hukum dalam pembacaan. Hukum Tajwid berikut harus dipenuhi.

Saat membaca Alquran, beberapa langkah harus diambil. Secara umum, seseorang pertama kali membaca Iqra. Karena Iqra adalah dasar-dasar pelafalan. Tajwid sangat membantu pembaca dalam memahami konten dan proses membaca. Ada beberapa bacaan yang perlu dipahami pembaca. Berikut ini adalah ulasan lengkap dari Tajweed Act.

Hukum Tajwid

Hukum Tajwid itu perlu dipahami
Ada beberapa hukum bacaan yang perlu dipahami agar membaca dan menafsirkan ayat-ayat Alquran menjadi benar.

Artikel populer: nama malaikat dan tugasnya

Hukum membaca biarawati mati / Tanwin
Jika bertemu Mati / Tanwin dengan surat Hijaiyah, maka ada lima jenis hukum bacaan.

Image-law read-Tajweed-Idzhar-Ikhfa-Iqlab-Idhgam-Bi Ghunnah-dan-Billa Ghunnah
Image-law read-Tajweed-Idzhar-Ikhfa-Iqlab-Idhgam-Bi Ghunnah-dan-Billa Ghunnah

Hukum Mim Mati

Izhar halqi
Hukum pembacaan ini adalah ketika ada pertemuan Tanwin dengan huruf-huruf Halqi (ا, ح, خ, ع, ه, ها). Cara membacanya jelas dan tidak bersenandung atau kabur.

Idhgam Bighunnah
Jika ada pertemuan Mati / Tanwin dengan salah satu dari empat huruf berikut: hijaiah ي, ب, م, و Jadi, untuk membacanya sendiri, buzzer tambahan harus dimasukkan dalam surat.

Idhgam Bilaghunnah
Yaitu, ketika / tanwin bertemu salah satu huruf ل dan ر. Cara membacanya adalah bahwa surat-surat dari orang mati dimasukkan ke dalam surat itu tanpa dengungan.

Iqlab
Saat itulah biarawati meninggal / Tanwin ba (ب) bertemu. Cara membacanya adalah dengan memberikan suara mati, yang digantikan oleh meme mati. Selain itu, untuk membaca diri sendiri dengan menekan bibir dan

Ikhfa
Jika ada orang mati / Tanwin yang memenuhi salah satu dari 15 huruf hijaiyah. Cara membaca tidak jelas dan sengau.

Hukum membaca qalqalah

Membaca Qalqalah dalam bahasa berarti getaran suara. Qalqalah sendiri berarti menyembunyikan huruf yang ditandai dengan sukun, dengan satu suara ditekan pada makhraj. Surat qalqalah meliputi: qaf (ق), tha (ط), ba (ب), jim (ج) dan dal (د).

Berikut ini berlaku untuk berbagai Qalqalah:

Qalqalah Kubra
Jenis Qalqalah yang mati untuk orang / sukun tidak asli. Karena keberadaan wakaf. Cara membacanya sendiri harus jelas dan mencerminkan suara.

Qalqalah Sughra
Qalqalah ini memiliki perusahaan sukun asli, bukan karena wakaf. Untuk membacanya juga harus montok dan jelas.

Hukum Lam

Lam membaca hukum
Lam taarif adalah dua hurf “al: ini ditambahkan ke kata dasar dalam bahasa Arab, yang ada dua jenis, yaitu Lam Ta’rof, yaitu Qamariah dan Syamsiah.

Lam Ta’rif Qomariah
Hukum ini disebabkan oleh adanya alif lam, yang bertepatan dengan salah satu huruf hijaiah qomariyah dengan total 14 huruf sebagai berikut:

Lam Ta’rif Syamsiah
Yaitu, saya membaca Lam dengan memimpikan surat Lam kepada guru di depannya ketika ada seorang Alif-Lam yang berurusan dengan hijaiyah berikut:

Membaca Hukum Ra
Hukum resitatif berikutnya yang harus diketahui oleh pembaca adalah tentang Ra. Ada beberapa jenis yang perlu Anda ketahui.

Ra Tafkkhim
Adalah bacaan yang perlu dibaca huruf-hurufnya tebal. Ada beberapa alasan yang menyebabkan pembacaan ini:

Orang yang memiliki garis Fatha atau Dhommah

Ra ditandai dengan sukun dan huruf dhommad sebelumnya

Ra di akhir kalimat adalah sukun karena masa depan wakaf baca, juga ditemukan huruf mad wau atau alif yang ditandai dengan sukun dan sebelumnya adalah huruf Fathah

Ra di akhir kalimat dibaca karena sukunn waqaf datang, tetapi sebelum itu ada surat mati selain ya, dan surat sebelumnya fah domah digantung.

Ra, yang menandai sukun setelah Furuf Hamza, berbaris ke Dhoma.

Ra ditandai setelah huruf dengan huruf istila dengan sukun

Ra Tarqiq

Cara membaca huruf ra dengan tipis. Ra harus dibaca tipis karena beberapa alasan, yaitu:

Ra berturut-turut di Kasrah

Ra ditandai sukun setelah surat berbaris Kasrah dan bertemu dengan surat Istila

Ra di akhir kalimat adalah Sukukan dan sebelum itu ada surat sukun

Ra ditandai dengan sukun di akhir kalimatnya karena huruf sebelumnya membawa karakter Kasrah

Ra Jawajul Wajhain
Merupakan huruf yang bisa dibaca dengan dua gaya yang bisa menebal atau menipis. Karena alasan berikut:

Ra Sukun, yang surat sebelumnya memiliki garis Kasrah dan mengunjungi surat Garis Kasrah

Ra, yang didukung di akhir kalimat dan sebelumnya memiliki surat bertanda sukun

Sumber : https://suhupendidikan.com